Rabu, 26 Juni 2013

seuntai pembelajaran dari sang kaktus jenius

Diposkan oleh mongyimongyi di 20.24
Reaksi: 
Strawbery....manismu unik..ada rasa kecut yang membuatmu nikmat...manis yang berbeda...manis yang berpadu..berwarna...penuh sensasi..
"aku suka caramu menarik rasaku"
tak perlulah kau sama manisnya dengan gula karena itu terlalu membosankan....
"banyak orang yang manis tapi biasa...so,,jadilah yang manis dengan rasa yang antik" (kaktusgenius.blogspot.com)

###
saya tergelitik saat membaca kutipan kaktus genius di blognya, dan mengangguk seolah membenarkan barisan kata itu.  "banyak orang yang manis tapi biasa...so,,jadilah yang manis dengan rasa yang antik".
setujukah kalian?



entah kenapa saya baru menyadari dan mulai berpikir, bisakah saya menjadi seperti strawbery, manis tapi memiliki rasa yang antik ataukah aku tergolong gula yang manis tapi biasa?,
yappppp,,,, 24 tahun sudah waktu berlalu dalam hidupku, tapi tidak ada hal yang besar dan istimewa yang pernah aku putuskan dan lakukan, sangat biasa-biasa saja dan benar-benar tidak ada yang menantang. ketika sebagian orang sibuk mengejar impiannya bahkan sampai ke negeri cina, malah saya masih jalan ditempat berkutat dengan pekerjaan yang itu-itu saja.

terlalu pengecut kah atau malas mencoba? entahlah,,,,,,
terkadang ketika saya berpikir untuk membuat sebuah gebrakan, hatiku seakan seperti magnet yang memiliki kutub yang berlawanan, tidak pernah menempel dan bertemu pada satu titik. aku berusaha mencoba mensingkronkannya, tapi ujung-ujungnya aku lemah dan menyerah. Karena lebih memilih titik aman tanpa aksi petualangan.

terbersit pertanyaan, apa sih keinginan terbesar yang ingin saya lakukan?
dulu ketika kecil,  saya ingin sekali menjadi seorang polwan (baca : polisi wanita), terlihat sangat keren dan menawan. tetapi keinginan itu tergerus oleh waktu,,menghilang begitu saja sampai muncul lagi keinginan untuk menjadi atlet bulutangkis. menonton Taufik Hidayat di TV membuatku terpukau,,,'aku ingin seperti dia', tapi lagi-lagi terjadi abrasi dan terkikis sedikit demi sedikit. kemudian hatiku tergelitik  akan menjadi seorang Reporter / wartawan, tampil di depan TV membawakan sebuah berita dan di kirim ke berbagai negara untuk melakukan berbagai liputan, terlihat sangat menyenangkan. namun,,,,pada akhirnya aku menemukan diriku terdampar sebagai sarjana scienst. apa yang harus saya lakukan dengan gelar ini pun belum tergambar di otak ku, bagaimana pertanggungjawanku kelak?. Jaman sekarang S1 (baca : strata satu) tidak laku, alih-alih kita dihadapkan dengan pilihan untuk mengejar titel Master.
sebuah gelar / prestise,,,apakah hanya sebagai pemanis nama demi status sosial ataukah keharusan demi sebuah Asa?.

kisah disekitarku, Berkaca dari sang kaktus genius, dia pun berani mengambil keputusan yang cukup besar dalam hidupnya. Sudah delapan tahun berlalu beliau belum juga meraih gelar sarjana,,,,saya tidak tahu alasannya karena apa tapi saya yakin dia akan melakukan hal besar yang membuat namanya terpartri layaknya kartini sang pahlawan bangsa.,,,,dan rumor yang saya dengar pun beliau memutuskan untuk keluar dari universitas tanpa gelar apapun, mudah2an tidak benar,,,,,AMIN !!!.
Dia tergolong mahasiswa pintar dan cerdas, aktif berorganisasi bahkan pada taraf nasional. Di salah satu tulisan blognya dia membeberkan kalau dia pernah menjadi juara 2 mahasiswa berprestasi di universitas tempatnya menimba ilmu,,,woooowwwww!!!. cerita kehidupannya begitu mengagumkan, perjuangan dan keteguhan memegang prinsipnya.

buat kaktus genius,,,mungkin kita saling  kenal hanya beberapa bulan, tetapi saya kagum denganmu, sangat tangguh sebagai titisan Siti Hawa. ketika kau bercerita tentang bagaimana nikmatnya mendaki, menyusuri garis pantai dan melakukan gerakan kyouku shinkai,,,dalam hati aku berkata "aku ingin seperti itu juga" melakukan hal-hal yang menantang dan menyenangkan.

setiap orang memiliki kehidupan yang unik. sang kreator tanpa tandingan "Allah SWT" sudah merancang semuanya dengan sangat indah. tinggal bagaimana menjalaninya, mau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian atau sebaliknya bersenang-senang dahulu setelah itu bersakit-sakit kemudian. pilihan ada ditangan kita,,,,,

0 komentar:

Poskan Komentar

sedikit coretan darimu sangat berarti untukku menjadi lebih baik lagi. apapun itu tumpahkanlah isi pikiranmu tentang tulisan ini, terimakasih

 

mongyimongyi !! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea