Rabu, 29 Februari 2012

kata mereka 1 ; diskusi tak berujung

Diposkan oleh mongyimongyi di 10.00
Reaksi: 


Dibilang perdebatan tidak juga, dibilang percekokan juga kurang pas. Mungkin bisa dikatakan berdiskusi, tapi entahlah,,,,,


Berawal dari brosur komite nasional untuk rakyat palestina tentang save palestina save al-aqsha yang saya tawarkan kepada teman (lebih tua dari saya). Berniat menawarkan untuk menyumbang di nomer rekening yang sudah tertera. 

Ternyata reaksi teman saya itu diluar prediksi. Kenal sih tidak terlalu lama, mungkin sekitar 3 bulan dan belum faham sifat nya seperti apa. Tapi yang saya tahu dari dia adalah dia orangnya terbuka, bisa menerima semua pendapat tanpa mengutak atik prinsip masing-masing. Berdiskusi tentang pemahaman beberapa hukum yang berbeda seperti  apakah haram atau halal berjabat tangan dan tentang taharah. Dia menunjukkan sikap yang biasa saja dengan pendapat saya, maksud saya reaksinya tidak berlebihan.

Tapi ketika saya menawarkannya untuk menyumbang, sontak suaranya meninggi dan mengatakan “ngapain urus Negara orang, Negara sendiri aja sengsara”. Dan katanya juga “saya tidak pernah setuju dengan hal semacam ini, seperti berorasilah di jalan, berdemo minta sumbangan, saya rasa mengganggu lalu lintas pun termasuk merugikan orang”.  Dia juga bilang mengurus diri sendiri saja susah apalagi ngurus orang lain yang jauh di sana” . bahkan dia menyebut hidupnya seorang ulama itu jauh dari dakwah yang dia sebarkan setiap hari, apa yang perlu di contoh dari islam jaman sekarang katanya, bayangkan hanya sebagian atau mungkin 1 dari 1000 ulama yang ada, tempat dia mengambil contoh begitu buruknya dunia islam saat ini.

Apa yang berada di benak saudara semua kalau saudara sesama muslim saja mengatakan seperti itu? Benar-benar miris,,,,,,

Yang muslim saja berdalih seperti itu, lalu bagaimana muka islam di wajah-wajah para kaum kafir ?

Inilah bukti nyata kenapa islam ini tidak pernah bersatu, tidak pernah mampu melawan habis orang kafir. Ditubuh islam sendiri saja terjadi perpecahan seperti ini, di tingkat individu pula,,,lalu dimana ukwuah islamiyah yang dikobarkan,,? Pertautan hati sesama saudara muslim, masalah saudara adalah masalah kita, kemenangan saudara adalah kemenangan kita. Untuk bersaudara kan tidak perlu harus punya hubungan keluarga, sesama muslim pun kita bersaudara walaupun letaknya ribuan kilometer karena kita terikat dalam ukhuwah di bawah payung islam.

Kalau seandainya semua muslim berpikir seperti teman saya, betapa melalang buananya para zionis dan sekutunya melahap seluruh bumi ini beserta isinya. Seandainya semua umat islam berotak seperti teman saya, bagaimana kelanjutan islam dimuka bumi ini.

Tapi beruntung, masih banyak orang yang berotak beda, berpkir lain. Mereka adalah orang-orang terpilih dan beruntung. Mudah-mudahan saya, dan teman-teman lain yang masih peduli atas saudaranya, yang masih punya iman di hatinya, yang masih punya nurani, dan yang masih punya harta untuk diinfakkan. Ingat saudara, harta kita tidak akan habis hanya karna disumbangkan, justru harta itu akan berlipat ganda nantinya.


Mudah-mudahan kita selalu termasuk orang-orang yang selalu digerakkan hatinya oleh Allah, selalu memperbaharui iman,  selalu berjuang dan berkorban untuk islam. AMIN,,
ALLAHHU AKBAR….!!!

0 komentar:

Poskan Komentar

sedikit coretan darimu sangat berarti untukku menjadi lebih baik lagi. apapun itu tumpahkanlah isi pikiranmu tentang tulisan ini, terimakasih

 

mongyimongyi !! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea