Sabtu, 14 September 2013

dari sudut pandang sampah

Diposkan oleh mongyimongyi di 09.05
Reaksi: 

"alhamdullilah,,akhirnya setelah cukup lama terlunta-lunta, aku pulang juga ke rumah" ucap sampah itu sangat bersyukur diletakkan di tempat yang semestinya.

hai, aku sampah. aku adalah yang terbuang. kebanyakan orang sangat membenciku karena aku kotor dan berbau. namun untuk secuil manusia, aku sangat berharga bak berlian.

aku diacuhkan, mengapa mereka begitu dongkol melihatku?, padahal aku adalah sisa perbuatan mereka. aku juga tidak sudi menjadi aku yang sekarang. perlakuanmu kadang membuatku bersedih dan menangis. tapi kalian tidak mengerti perasaanku. aku tidak ingin disukai banyak, tapi bisakah setidaknya kau melepaskanku di tempatku seharusnya berada.

di peristiwa lain, aku bagai raja, dielu-elukan. aku bahkan dicari-cari di setiap rumahku. aku mungkin sumber penghidupan mereka. aku cukup bernilai, walau dihargai sebungkus nasi balap perkilonya. meskipun begitu, aku tetap berbahagia. aku juga bisa berguna untuk orang lain. setidaknya hidupku bukan benalu seutuhnya, aku juga mampu menjadi pupuk penyubur mahluk hidup.

bakal orang yang kreatif seperti teman manusia ini. dia rela berkubang bau semerbak untuk sebuah karya bernilai ekonomis. dia  sekedar mencari dan mengumpulkan aku yang terlihat sepele tapi sanggup menyumbangkan kepudialannya terhadap kebersihan tempat tinggalnya.

teman manusiaku, jadilah partner sejatiku. aku bahagia memilikimu. permintaanku tidak banyak, ketika kau membutuhkanku gunakanlah aku, dan di saat aku tidak lagi bermanfaat untukmu buanglah aku ditempat persembunyianku, supaya aku tidak mengotori tempatmu hidup yaitu BUMI.

# tulisan ke-2, day4 for PeopleAroundUs

0 komentar:

Poskan Komentar

sedikit coretan darimu sangat berarti untukku menjadi lebih baik lagi. apapun itu tumpahkanlah isi pikiranmu tentang tulisan ini, terimakasih

 

mongyimongyi !! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea