Selasa, 06 Maret 2012

kata mereka 2 ;nepotisme mewabah

Diposkan oleh mongyimongyi di 13.01
Reaksi: 

Dari curhatan teman, tulisan ini berawal : Ternyata nepotisme tidak hanya merambah dunia pemerintahan saja, bahkan kampus pun tak luput dari kelakuan bumbu pahit nepotisme. Jenjang pendidikan, lama masa kerja dan tanggung jawab kerja nya yang besar tidak mempengaruhi gaji karyawan. Panggilan  keluarga pun menjadi nama yang enak disandang. 
Pasalnya terletak pada masalah honor, karywan yang kerja selama 3 atau 4 tahun pun harus menikmati gaji rendah yang kenaikannya hanya sepersepuluh dari gajinya setiap sekali setahun. Sedangkan pegawai baru yang hanya 1 bulan bekerja sudah mendapatkan gaji dua kali lipat dari pegawai lama akibat kartu nama keluarga.

Apa sih standar karyawan untuk mendapatkan gaji besar ? dilihat dari segi gelar pun sama, sama-sama menempuh jenjang strata 1. Dilihat dari tanggung jawab pekerjaan pun bahkan karyawan-karyawan  lama lebih besar bebannya. 

Permaslahannya tidak sampai di situ, kenaikan gaji pun ternyata berbeda. Karyawan baru lebih tinggi kenaikannya  ketimbang karyawan lama. Bayangkan apakah ini tidak termasuk nepotisme, karena  karyawan baru memiliki terikatan keluarga sedangkan karyawan lainnya tidak memiliki hubungan apa pun.

The power of family, benar tidak,,,hehe, karyawan tanpa potensi, tanpa kompetensi dan tanpa obsesi dengan sangat mudah masuk ke sebuah kantor ataupun instansi-instansi lainnya. Hanya bermodalkan kartu keluarga semuanya sudah, sedangkan yang kartu kelaurganya tidak terkait dengan pemiliki suatu instansi maka mereka harus berjuang keras memompa energy, semangat dan kerja keras untuk mendapakan satu tempat kosong yang dipenuhi pelamar kerja lainnya. 

Sungguh enak orang yang memiliki kuasa, kata adalah perintah, petunjuk harus dilaksanakkan. hemmm,,,,

Beginilah, segelintir wajah di Indonesia, memang tidak dapat kita hindari hal semacam ini. Yang berkuasalah yang menang dan yang tak berdaya tetindas. Menzolimi dan terzolimi adalah sesuatu yang sering terlihat di masyarakat. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Mau berbesar hati dan terus bekerja sepenuh hati atau mau mengeluh sampai menguras emosi dan bertumpu tangan hingga menguras rezeki (menghilangkan rizki).

thanks to : my friends

0 komentar:

Poskan Komentar

sedikit coretan darimu sangat berarti untukku menjadi lebih baik lagi. apapun itu tumpahkanlah isi pikiranmu tentang tulisan ini, terimakasih

 

mongyimongyi !! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea