Selasa, 27 Maret 2012

kata mereka 5; kisah penumpang

Diposkan oleh mongyimongyi di 09.16
Reaksi: 

Rasanya ingin menangis. Karena hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang. Aku tak punya kuasa untuk membrontak apalagi hanya sekedar bilang tidak. 

Entah kenapa, benar-benar tidak ada rasa dendam dalam diriku. Seberapapun aku marah sama seseorang paling lama akan bertahan 30 menit. Aku tidak bisa menyuarakan kata hati ku ‘tolong jangan sakiti perasaan ku lagi’ atau ‘aku muak dengan tingkah laku kalian’. 

Menangis sendiri sambil menyamangati diri dan berdiam diri, aku berharap mereka tidak melakukan hal yang sama kepadaku. Tapi ketika mereka dalam keadaan bed mood, aku lah tempat pelampiasannya. Bersikap jutek, cuek bebek, diam seribu bahasa tanpa kata basa basi, aku selalu diabaikan. Aku bagai hantu tak Nampak didepan mereka. Posisiku selalu salah, bahkan pengorbanan lebih, ku kerahkan untuk memenuhi hasrat mereka.  

Kata sindiran sudah akrab di telinga, sikap tak acuh pun sudah menjadi santapan. Aku hanya bisa bertanya dalam hati, apa salah yang pernah ku perbuat. 

Mungkin nasib ku memang seperti ini, di cari ketika diperlukan dan di buang ketika sudah tidak dibutuhkan lagi. Tapi aku selalu merasa senang ketika di butuhkan dan sedih ketika sudah tidak diperlukan lagi.

Aku berusaha tidak menceritakan keburukan-keburukan mereka, terserah mereka mau menceritakan apapun mengenai aku, yang pasti sudah aku tanamkan dalam hati dan benak ku yaitu jangan balas kejahatan dengan kejahatan, tapi balaslah kejahatan dengan kebaikan.
Beginilah nasib menumpang. Karena terpaksa harus tinggal dengan orang lain. Pertama sih akrab, saling mengerti satu sama lain, mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, menerima apa adanya. Tapi setelah sekian lama bersama, mungkin rasa bosan dan tidak puas muncul. Segala aib dibuka dan kebaikan mu tak bernoda sedikit pun. Tinggal keburukan mu saja yang meninggalkan jejak.

Berstatus penumpang, sungguh tidak mengenakkan. Kau akan serba salah apapun yang kau perbuat. Kau akan kesulitan memposisikan diri, terletak di bidang yang salah atau benar.

Kalau mau menjadi penumpang atau terpaksa menumpang karena keadaan yang memaksa, tanamkan sikap tahan bating pada dirimu, sikap cuek tanpa sensitive sedikit pun. Pasang muka tebal, dan mental baja untuk menahan segala kejadian yang tidak sesuai keinginanmu.
Karena status sebagai penumpang, kau tidak akan pernah punya hak untuk berbicara, tidak punya hak untuk bersuara. Bahkan tidak ada celah untuk membela diri atas kesalahan yang belum tentu kau perbuat. Sungguh malang nasib orang yang menumpang, makan hati setiap hari dan menumpahkan air mata tiada henti.  

0 komentar:

Poskan Komentar

sedikit coretan darimu sangat berarti untukku menjadi lebih baik lagi. apapun itu tumpahkanlah isi pikiranmu tentang tulisan ini, terimakasih

 

mongyimongyi !! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea